Sumber foto: https://pin.it/1pJDQIGq8
Setiap hujan turun, Nenek Siti selalu membuka jendela kamarnya lebar-lebar. Dia akan duduk di kursi goyang tuanya, memejamkan mata, dan tersenyum mendengarkan gemericik air.
"Nek, nanti masuk angin," tegur cucunya, Lina.
"Hujan itu seperti kenangan," kata Nenek sambil tetap memejamkan mata. "Dulu, waktu kakekmu masih ada, kami suka duduk berdua mendengarkan hujan. Dia bilang suara hujan adalah musik alam paling indah."
Lina terdiam. Dia ingat Kakek memang suka bermain gitar saat hujan turun. Perlahan, dia mengambil gitar tua Kakek yang tergantung di dinding.
"Nek, ajari aku lagu kesukaan Kakek."
Air mata Nenek menetes, tapi senyumnya mengembang. Di tengah suara hujan, terdengar petikan gitar sederhana dan dua suara yang bersenandung lembut, mengenang seseorang yang mereka cintai.

No comments:
Post a Comment